Selasa, 28 Jul 2026
  • Penerimaan Pendaftaran Santri Baru tahun Pelajaran 2026-2027 Sudah dibuka
  • Penerimaan Pendaftaran Santri Baru tahun Pelajaran 2026-2027 Sudah dibuka

PERJUANGAN MENEMPUH S2 DI UNISMA

PERJUANGAN MENEMPUH S2 DI UNISMA

Untuk Teman-Teman Seperjuangan

Oleh: Eriyatuzzahro

Ada yang pernah berkata, menuntut ilmu itu seperti berjalan menyusuri jalan panjang yang garis akhirnya tidak selalu terlihat jelas. Begitu pula yang saya rasakan ketika memutuskan untuk melanjutkan studi S2 di Universitas Islam 45 Bekasi (UNISMA) yang sekarang menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia. Tulisan sederhana ini saya tuliskan bukan untuk memamerkan apa yang telah dilalui, melainkan untuk berbagi rasa dengan teman-teman seperjuangan, yang mungkin sedang merasakan lelah yang sama, keraguan yang sama, dan harapan yang sama untuk sampai di garis kelulusan.

Titik Awal, Niat yang Dikuatkan

Keputusan untuk melanjutkan S2 bukanlah keputusan yang ringan. Ada rasa takut tidak mampu membagi waktu, ada rasa khawatir tidak sanggup mengikuti ritme perkuliahan, dan ada begitu banyak alasan untuk menunda. Namun, ada satu hal yang selalu menguatkan langkah: keinginan untuk terus bertumbuh, agar dapat memberikan yang terbaik bagi peserta didik, bagi Pesantren dan PKBM, dan bagi dunia pendidikan yang kita cintai. Niat itulah yang saya pegang erat setiap kali rasa lelah datang menghampiri.

Lelahnya Berbagi Waktu

Menjalani kuliah S2 sembari tetap mengajar, mengurus PONPES dan PKBM Mimbar Huffazh, dan menjalankan tanggung jawab di pesantren bukanlah perkara mudah. Ada malam-malam panjang menyelesaikan tugas setelah seharian mengajar. Ada perjalanan jauh menuju kampus yang menguras tenaga. Ada saat-saat harus memilih antara istirahat atau menyelesaikan bab demi bab tesis yang belum juga rampung. Adakalanya bayi kecil ku dan anak-anak jagoan ku, minta di temenin. Rasanya, waktu dua puluh empat jam sering terasa tidak pernah cukup.

Namun, dari sanalah saya belajar bahwa kelelahan itu bukan tanda kita salah jalan, melainkan tanda bahwa kita sedang benar-benar berjuang untuk sesuatu yang berarti.

“Lelah dalam perjuangan menuntut ilmu bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan bukti bahwa kita sedang menempuh jalan yang tidak semua orang berani melangkahinya.”

Kekuatan dari Teman Seperjuangan

Salah satu hal yang membuat perjalanan ini terasa lebih ringan adalah kehadiran teman-teman seperjuangan. Saling berbagi catatan ketika ada yang tertinggal, saling menyemangati lewat pesan singkat di tengah malam ketika tugas menumpuk, saling mengingatkan ketika ada yang mulai kehilangan semangat. Kita mungkin datang dari latar belakang yang berbeda-beda, namun perjuangan yang sama telah menyatukan kita sebagai saudara seperjalanan menuntut ilmu.

Saya percaya, tidak ada satu pun dari kita yang benar-benar berjalan sendirian di jalan ini. Ada doa orang tua, doa keluarga, dan ada teman-teman seperjuangan yang saling menguatkan satu sama lain.

Makna di Balik Perjuangan

Gelar yang kita kejar bukanlah tujuan akhir. Ilmu yang kita perjuangkan hari ini kelak akan kita bawa pulang, kita tularkan kepada murid-murid kita, kita bagikan kepada masyarakat, dan kita jadikan bekal untuk mengabdi lebih baik lagi. Setiap malam yang kita korbankan, setiap kelelahan yang kita rasakan, insya Allah bukanlah sesuatu yang sia-sia di hadapan Allah Ta’ala.

Motivasi untuk Teman-Teman Seperjuangan

Untuk teman-teman yang saat ini sedang berjuang bersama-sama menempuh S2 di UNISMA, izinkan saya berbagi beberapa hal yang semoga menjadi penguat langkah kita:

  1. Lelah Itu Wajar, Menyerah adalah Pilihan

Merasa lelah, jenuh, bahkan ingin berhenti adalah hal yang manusiawi. Namun ingatlah, menyerah adalah pilihan, bukan keharusan. Selama kita masih memiliki niat yang kuat, jalan itu masih terbuka lebar.

  1. Setiap Bab yang Selesai adalah Kemenangan Kecil

Jangan menunggu wisuda untuk merasa bangga pada diri sendiri. Setiap bab yang selesai, setiap revisi yang tuntas, setiap seminar yang terlewati, adalah kemenangan kecil yang patut kita syukuri.

  1. Kita Tidak Berjalan Sendiri

Di saat lelah, ingatlah bahwa ada teman-teman seperjuangan yang merasakan hal yang sama. Jangan ragu untuk saling bertanya, saling membantu, dan saling menguatkan. Perjuangan ini akan terasa lebih ringan bila dipikul bersama-sama.

  1. Ridho Allah dan Restu Keluarga adalah Bekal Utama

Di balik setiap perjuangan menuntut ilmu, jangan pernah lupa untuk terus memohon ridho Allah Ta’ala dan doa restu keluarga. Merekalah kekuatan yang tidak terlihat namun paling menentukan.

  1. Gelar Hanyalah Bonus, Pengabdian adalah Tujuan Sesungguhnya

Semoga ilmu yang kita perjuangkan hari ini bukan berhenti pada selembar ijazah, melainkan menjadi jalan untuk mengabdi lebih luas lagi bagi pendidikan, bagi santri, dan bagi umat.

Bersama Menuju Garis Akhir

Kepada seluruh teman-teman seperjuangan di UNISMA, mari kita saling menguatkan hingga sampai pada garis akhir perjuangan ini. Semoga Allah Ta’ala memudahkan setiap langkah, meringankan setiap kesulitan, dan menjadikan ilmu yang kita perjuangkan sebagai ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan bagi kita semua.

Selamat berjuang, teman-teman. Sampai bertemu di garis wisuda, dengan hati yang penuh syukur.

Karawang, Juli 2026

Penulis,

Eriyatuzzahro, S.Pd.

Mahasiswa S2 UNISMA

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Menghadirkan Generasi Hafizh Saintis dan Ulama Pejuang.

PONPES MIMBAR HUFFAZH

Jl. Cikampek-Cilamaya Dusun Krajan 2 Kp. Susukan Berkah
Ds. Mekarasih, Kec. Banyusari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41374