Selasa, 07 Apr 2026
  • Penerimaan Pendaftaran Santri Baru tahun Pelajaran 2026-2027 Sudah dibuka
  • Penerimaan Pendaftaran Santri Baru tahun Pelajaran 2026-2027 Sudah dibuka

SANTRI : LEARNING BY DOING

 

Liburan bagi seorang santri sering kali dianggap sebagai waktu untuk beristirahat dari rutinitas belajar di pesantren. Namun sejatinya, liburan adalah kesempatan emas untuk belajar dengan cara yang berbeda, yaitu learning by doing — belajar melalui pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang selama ini dipelajari di kitab-kitab, dari para ustadz, di kelas, dan di majelis ilmu, kini saatnya diwujudkan dalam amal nyata.

Ilmu dalam Islam tidak hanya untuk dihafal, tetapi untuk diamalkan. Allah ﷻ berfirman:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ
“Dan katakanlah: Bekerjalah kalian, maka Allah akan melihat pekerjaan kalian, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.”
(QS. At-Taubah: 105)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa nilai seseorang bukan hanya pada ilmunya, tetapi pada amal yang lahir dari ilmu tersebut. Maka ketika para santri pulang ke rumah, itu adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa ilmu pesantren membentuk akhlak yang baik, sikap yang santun, dan perilaku yang bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat.

Wahai para santri, ketika kalian kembali ke rumah, jadikan rumah kalian sebagai madrasah amal. Bantulah orang tua kalian. Ringankan pekerjaan ibu di rumah. Temani ayah bekerja di sawah, di kebun, di toko, atau dalam usaha yang mereka jalani. Jangan merasa malu melakukan pekerjaan sederhana, karena dalam Islam pekerjaan yang dilakukan dengan niat baik adalah ibadah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil dari kerja tangannya sendiri.”
(HR. Bukhari)

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa bekerja, membantu, dan berusaha adalah bagian dari kemuliaan seorang muslim. Maka liburan adalah waktu yang tepat bagi santri untuk belajar mandiri, bertanggung jawab, dan menghargai jerih payah orang tua.

Yang lebih penting lagi, jadikan liburan sebagai momentum untuk berbakti kepada orang tua. Setelah sekian lama mereka menunggu kepulangan kalian dari pesantren, jangan biarkan waktu itu berlalu tanpa menghadirkan kebahagiaan bagi mereka. Tunjukkan akhlak terbaik: berbicara dengan lembut, menghormati mereka, dan membantu tanpa harus diminta.

Rasulullah ﷺ bersabda:

رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ
“Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua.”
(HR. Tirmidzi)

Bayangkan betapa bahagianya orang tua ketika melihat anaknya pulang dari pesantren dengan akhlak yang lebih baik, ibadah yang lebih rajin, dan sikap yang lebih dewasa. Itulah buah dari pendidikan pesantren yang sesungguhnya.

Kepada para orang tua, kami juga berpesan: teruslah mendukung anak-anak kita dalam perjalanan menuntut ilmu. Doa orang tua adalah kekuatan yang sangat besar bagi masa depan mereka. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tiga doa yang tidak diragukan lagi akan dikabulkan: doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang dizalimi.”
(HR. Abu Dawud)

Akhirnya, semoga masa liburan ini menjadi sekolah kehidupan bagi para santri. Mereka belajar tentang kesabaran, kerja keras, tanggung jawab, dan bakti kepada orang tua. Sehingga ketika kembali ke pesantren nanti, mereka tidak hanya membawa cerita liburan, tetapi juga membawa pengalaman, kedewasaan, dan semangat baru dalam menuntut ilmu demi agama, keluarga, dan umat pada umumnya. 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Menghadirkan Generasi Hafizh Saintis dan Ulama Pejuang.

PONPES MIMBAR HUFFAZH

Jl. Cikampek-Cilamaya Dusun Krajan 2 Kp. Susukan Berkah
Ds. Mekarasih, Kec. Banyusari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41374