
Sebagai seorang ahli bela diri yang telah menempuh perjalanan hampir 35 tahun, Al-Ustadz Habiburrahman, M.BA merasakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kebahagiaan itu terpancar jelas ketika beliau menyaksikan 384 murid dari Sekolah Bunyan Indonesia dan Pesantren Mimbar Huffazh mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dengan penuh disiplin, semangat, dan ketangguhan. Apa yang ditanam, dilatih, dan ditempa selama ini, perlahan mulai menampakkan hasil yang sangat membanggakan.
UKT yang digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Pondok Pesantren Bunyan Indonesia, Bekasi, menjadi momentum penting dalam perjalanan pembinaan bela diri para murid. Sejak pagi hari, suasana pesantren terasa berbeda. Derap langkah, sorot mata yang fokus, serta barisan rapi para peserta menghadirkan energi positif yang kuat—energi anak-anak dan remaja yang sedang belajar menjadi sehat jasmani, kuat mental, dan lurus akhlak.
Setiap pekan, para murid ini dilatih dan digembleng dengan penuh kesabaran oleh Ustadz Jundi Al Kautsari, S.Pd dan Ustadz Enday Abdurrahman, S.H. Latihan bukan hanya soal gerak dan jurus, tetapi juga pembentukan karakter: disiplin, ketahanan diri, keberanian, dan tanggung jawab. UKT kali ini seakan menjadi cermin, memperlihatkan bagaimana proses panjang tersebut membuahkan hasil yang nyata dan memuaskan.
Dengan mengusung semangat “Sehat dan Kuat untuk Indonesia Hebat”, UKT tidak sekadar menjadi ajang formal kenaikan tingkat. Ia adalah sarana evaluasi menyeluruh untuk melihat ketuntasan pembelajaran bela diri, mulai dari penguasaan teknik dasar, peningkatan kualitas jurus, kekuatan fisik, hingga ketenangan sikap dalam menghadapi tekanan. Setiap tingkat memiliki standar yang jelas, dan setiap peserta dituntut untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan penuh sportivitas.
Bagi Al-Ustadz Habiburrahman, bela diri bukanlah ajang adu kekerasan, melainkan media pendidikan karakter dan penjagaan diri. Dalam tubuh yang kuat harus tumbuh jiwa yang terkendali, dan dalam kemampuan bertahan harus hidup akhlak yang mulia. Nilai inilah yang terus diwariskan kepada para pelatih dan murid, sehingga bela diri di lingkungan Bunyan Indonesia dan Mimbar Huffazh menjadi bagian dari pendidikan yang utuh.
Melihat ratusan murid mengikuti UKT dengan tertib, percaya diri, dan penuh semangat, menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten tidak pernah sia-sia. Hari itu bukan hanya tentang naik tingkat, tetapi tentang naiknya kualitas diri. Tentang generasi yang ditempa untuk kuat secara fisik, matang secara mental, dan siap memberi manfaat bagi bangsa.
UKT ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Karena semakin tinggi tingkat, semakin besar pula amanah untuk menjaga diri, melindungi sesama, dan menjunjung nilai-nilai kebaikan. Dari pesantren inilah, diharapkan lahir generasi kuat, sehat, berkarakter, dan siap berkontribusi untuk Indonesia yang hebat.



Tinggalkan Komentar